SRAGEN - Di sela padatnya kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, suasana berbeda terlihat di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sejumlah anggota Satgas TMMD memanfaatkan waktu luang dengan cara sederhana namun bermakna: bermain catur bersama warga, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat. Tawa dan canda mengiringi setiap langkah strategi di atas papan catur, menciptakan suasana hangat di tengah aktivitas pembangunan desa.
Sertu Sunardi, salah satu anggota Satgas, tampak larut dalam permainan bersama warga. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih santai dan terbuka di luar kegiatan fisik di lapangan.
Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan penyuluhan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Kegiatan sederhana seperti ini sangat efektif untuk menjalin komunikasi, ” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program TMMD tidak lepas dari hubungan harmonis antara TNI dan warga, yang dibangun melalui interaksi sehari-hari.
Warga Desa Puro pun menyambut positif kebersamaan tersebut. Wahyudi (49), salah satu warga, mengaku senang dengan kehadiran anggota TNI yang tidak hanya bekerja, tetapi juga berbaur dengan masyarakat.
“Kami merasa lebih dekat. Bapak-bapak TNI tidak hanya membangun desa, tapi juga ikut bersosialisasi dengan warga, ” katanya.
|
Baca juga:
Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Rapat Staf
|
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, baik secara fisik maupun nonfisik.
Melalui momen sederhana seperti bermain catur, nilai kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin terasa nyata. Di tengah pembangunan yang terus berjalan, hubungan sosial yang kuat menjadi fondasi penting bagi kemajuan desa ke depan.
(Agung)
